Alasan Ketenagakerjaan BLT yang Tidak Likuid dan Berita Terbaru tentang Penghentian BSU 3 2021

Ini Penyebab BLT Ketenagakerjaan Tak Cair & Update BSU Termin 3 2021

Alasan Ketenagakerjaan BLT yang Tidak Likuid dan Berita Terbaru tentang Penghentian BSU 3 2021

Menteri Tenaga Kerja (MENAKER) Ida Fawzia mengatakan, kendala utama tercapainya tujuan penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaan kepada 12.403.896 pekerja dengan upah / gaji di bawah Rp5 juta / bulan adalah karena adanya masalah pada rekening penerima.

“Bisa dijelaskan kenapa rekening tidak didistribusikan. Yang pertama duplikasi, ada banyak rekening,” kata Menaker Ida saat rapat kerja dengan Panitia IX DPR RI yang hampir diawasi dari Jakarta, Senin (18/1/2021), menurut Antara News.

Selain itu, kata Ida, masih banyak pula persoalan lain seperti rekening tidak valid dengan ketimpangan antara daftar penerima dan nama rekening, rekening tertutup, tidak terdaftar di kliring, rekening negatif, tidak sesuai NIK dan dibekukan.

Penyalurannya juga belum bisa mencapai 100 persen karena pada 31 Desember 2020, semua dana, termasuk anggaran tunjangan gaji, harus dikembalikan ke kas negara.

“Untuk mengatasi masalah ini, ada batasan waktu karena pada akhir Desember 2020, seluruh sisa dana harus dikembalikan ke kas negara, sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri Keuangan,” ujarnya.

Ida menambahkan, pengembalian uang ke kas negara merupakan bentuk pertanggungjawaban keuangan, mengingat tahun anggaran 2020 telah berakhir. Namun Menteri Tenaga Kerja meyakinkan bahwa penerima BSU yang datanya benar dan tidak ada masalah akan diusahakan untuk melanjutkan pendistribusian.

Menaker Ida menambahkan, “Kami berharap pada Januari nanti penyelesaian data sudah selesai dengan bank transfer, sehingga kami akan minta dikembalikan ke kas negara untuk didistribusikan kembali.”

Updata pada Terminal Distribusi BLT 2

Tercapainya penyaluran bantuan dukungan upah (BSU) hingga akhir tahun 2020 atau triwulan II mencapai 98,91 persen dari target.

Rincian Menteri Ketenagakerjaan Ida kepada Komite ke-9 Republik Demokratik Kongo, gelombang pertama periode Agustus hingga Oktober 2020 telah didistribusikan kepada 12293134 orang atau 99,11 persen dari target dengan 110.762 tidak didistribusikan.

Gelombang kedua untuk November – Desember 2020 diarahkan pada 12.244.169 orang atau 98,71 persen dari target, dengan 159.727 orang tidak terdistribusi.

Dari 29,7 triliun rupee yang dianggarkan, total anggaran yang terpakai hingga akhir tahun 2020 adalah 29,4 triliun rupee.

Menurut Ida, penerima BSU rata-rata mendapatkan gaji sekitar 3,1 juta rupiah, atau sesuai syarat menjadi penerima tunjangan, yakni kurang dari 5 juta rupiah. Sebanyak 413.649 perusahaan yang pekerjanya mendapat bantuan berdasarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Daerah yang paling banyak mendapat bantuan adalah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah 87.14855 orang dari 272.657 perusahaan. DKI Jakarta adalah provinsi dengan lebih dari 2.508.979 jiwa.

Terkait hal tersebut, Panitia Kesembilan mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengevaluasi kinerja manajemen Persona University agar dapat ditingkatkan jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program tersebut.

Ketua Panitia IX Felly Estelita Runtuwene dari Fraksi Nasdem mengatakan: “Panitia DPR Kesembilan mendesak Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Program BSU 2020 untuk menjadi bahan rujukan program BSU di tahun berikutnya”.

Kapan BSU Termination 3 2021 Liquid?

Terkait pertanyaan terkait pendistribusian BSU pada 2021, Menaker Ida belum bisa memberikan kepastian soal redistribusi tersebut.

“Untuk APBN tahun anggaran 2021 kita belum mendapat perintah untuk meredistribusi program BSU. Kita sudah ada hasil evaluasi yang akan kita presentasikan dan koordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menaker Ida mengatakan:“ Kalau kondisi ekonomi kita belum kembali normal, saya kira kita bisa pertimbangkan untuk membahas program perguruan tinggi. Bavaria lagi pada tahun 2021

 

SumberArtikel